10 Manfaat Mengkonsumsi Bawang Bombay Serta Efek Sampingnya Bagi Kesehatan Yang Wajib  Anda Ketahui – Di Indonesia bawang bombay memang tidak sepopuler di Luar Negeri. Dalam masakan Indonesia, bawang bombay jarang sekali digunakan. Bawang merah lebih banyak digunakan dari pada bawang bombay.

Bawang bombay terbagi kedalam dua jenis, yaitu bawang bombay merah dengan kulit dan umbinya yang berwarna merah dan bawang bombay kuning dengan umbinya berwarna kuning pucat dan kulit berwarna coklat. Di Indonesia sendiri bawang bombay kuning yang sering dijumpai di pasaran.

10 Manfaat Mengkonsumsi Bawang Bombay Serta Efek Sampingnya Bagi Kesehatan Yang Wajib  Anda Ketahui


1. Rendah Gula dan Minim Lemak
Bawang bombay memiliki kalori sebesar 40 kcal/ 100 gram, penyumbang kalorinya berasal dari karbohidrat. Sehingga dikatakan bahwa bawang bombay sangat rendah lemak. Karbohidrat  yang dikandungnya terdiri atas monosakarida, polisakarida dan serat. Gula total yang dikandung hanya sekitar 4,24 gram/100 gram. Kandungan terbesar yang terdapat pada bawang bombay adalah air, terbukti pada saat kita menggorengnya membutuhkan waktu lama agar bawang bombay kering dan renyah.

2. Menjaga Imunitas Tubuh
Bawang bombay memiliki beberapa mineral mikro yang unggul, seperti selenium dan floar. Selenium diperlukan tubuh dalam jumlah kecil namun unsur mikro ini memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh.

Dalam Uji biokimia membuktikan bahwa selenium merupakan antibiotik dan antioksidan yang sangat berarti dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.

3. Membuat Gigi Lebih Kuat
Selain selenium, unsur mikro fluor merupakan unsur kimia yang diperlukan tubuh meskipun dalam jumlah kecil. Didalam tubuh fluor berfungsi untuk menjaga keseimbangan reaksi enzimatis yang berguna untuk menjaga kerapatan sel penyusun gigi dan memperkuat struktur gigi.

4. Mencukupi Kebutuhan Vitamin C
Dalam 100 gram bawang bombay telah mampu mencukupi kebutuhan vitamin C harian kita sebesar 12 %. Yang kadang tidak tersedia di dalam tubuh yang disebabkan oleh beberapa hal dan kondisi. Beberapa hal yang menyebabkan vitamin C tidak dapat diserap tubuh adalah karena sedang sakit, sehingga usus halus tidak mampu menyerap vitamin C dengan baik, diare serta sedang mengkonsumsi obat yang bersifat pencahar atau diuretik.

5. Menurunkan Kadar Kolesterol dan Gula Darah
Kandungan vitamin yang cukup tinggi yang terdapat pada bawang bombay adalah vitamin B3 dan vitamin B9. Di dalam tubuh vitamin B3 memilki fungsi menjaga stabilitas kadar gula dalam darah, menurunkan kadar kolesterol, menyerap lemak dan menjaga keseimbangan genetis sel.

Bagi Anda yang memiliki kandungan kolesterol dan gula darah diatas normal, cobalah mengkonsumsi bawang bombay secara rutin agar kolesterol dan gula darah Anda turun. Bawang ini juga sangat baik bagi kesehatan kardiovaskuler Anda.

Secara khusus, bawang bombay dengan kandungan folatnya juga melindungi kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan serangan jantung.

6. Anti Kanker
Michael Wargovich dari South Caroline Cancer Center, USA, dalam sebuah penelitiannya mengatakan bahwa bawang bombay merupakan antikanker yang potensial. Kanker yang dapat diatasi dengan mengkonsumsi bawang bombay adalah kanker payudara, kanker kolon, dan kanker esophagus.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University Of Hawaii dikatakan bahwa mereka yang rutin mengkonsumsi bawang bombay sebagai menu harian mereka akan memiliki resiko kanker paru – paru 50 % lebih rendah dari pada yang tidak mengkonsumsi sama sekali.

Sedangkan kemampuan anti kanker yang terdapat pada bawang bombay sangat dipengaruhi oleh senyawa organosulfur. Senyawa ini merupakan asam amino dengan rantai belerang yang menimbulkan aroma menyengat pada bawang bombay. Selain itu kandungan fitokimia juga memiliki peran yang sangat penting sebagai antikanker.

Bawang bombay yang memiliki kandungan antikanker paling kuat terdapat pada bawang bombay merah. Antioksidannya berasal dari antosianin yang sudah tidak diragukan lagi khasiatnya yang terbukti  membasmi kanker.

7. Mencegah Infeksi
Selain khasiat diatas, bawang bombay juga memiliki kemampuan sebagai insektisida, parasitisida, anti bakteri dan anti cendawan. Dengan begitu bawang bombay dapat mencegah kemungkinan infeksi pantogen yang menyerang tubuh pada saat tubuh sedang lemah.
Seperti pada kulit yang terluka atau jerawat dapat diobati langsung dengan mengoleskan bawang bombay yang telah diparut lalu ditempelkan pada bagian kulit yang terluka atau berjerawat.

8. Meningkatkan Kadar Kolesterol Baik ( HDL )
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Gurewich di Harvard Medical School mengungkapkan dengan rutin mengkonsumsi bawang bombay, kadar kolesterol baik ( HDL ) akan meningkat. Sedangkan kadar kolesterol jahat ( LDL ) akan menurun.

9. Pengencer Darah Yang Lebih Baik Dari Aspirin
Dalam uji in vitro yang dilakukan di University of Wisconsin-Medison ditemukan bahwa senyawa organosulfur pada bawang bombay memiliki kemampuan sebagai pengencer darah yang sangat hebat. Kemampuannya ini lebih baik dari aspirin yang diresepkan oleh dokter bagi penderita atherosclerosis yaitu pengerasan dan penebalan dinding pembuluh darah arteri akibat plak, kolesterol LDL, lemak dan trigliserida.

10. Mencegah Osteoporosis 
Bawang bombay memiliki kandungan kalsium yang sangat tinggi, kalsium sangat diperlukan untuk mencegah osteoporosis. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang dilakukan di Bern, Swiss, bahwa bawang putih memiliki potensi  untuk mencegah osteoporosis. Bahkan efek tersebut lebih baik dari suplemen kalsium atau obat kimia calcitocin yang banyak direkomendasikan oleh Dokter untuk penderita osteoporosis.


Bawang bombay memiliki efek diuretik yang sangat kuat, bagi penderita hipertensi dan gangguan ginjal efek ini sangat berguna untuk meringankan kerja ginjal dan menurunkan tekanan darah. Namun jika tubuh tidak memiliki cadangan air yang cukup untuk produksi urine, justru hal ini sangat berbahaya. Akan mengakibatkan tubuh lemas, dengan gejala awal yang muncul berupa kepala pusing dan mata berkunang – kunang.

Untuk menghindari hal tersebut disarankan untuk minum air putih yang banyak. Jika seseorang mengalami diare, jangan mengkonsumsi bawang bombay mentah atau dalam bentuk acar.

Nah itulah manfaat dan efek samping yang didapatkan dari mengkonsumsi bawang bombay. Jika dibandingkan manfaat bawang bombay dan efek buruknya, jelas manfaatnya lebih besar dibandingkan dengan efek buruknya yang tidak berarti. Semoga artikel ini bermanfaat buat Anda.

Sumber Info : AgroMedia

0 komentar

Post a Comment