February 14, 2018

Wahai Manusia, Anda Harus Tahu Betapa Dahsyatnya Hukuman Pezina di Akhirat

Wahai Manusia, Anda Harus Tahu Betapa Dahsyatnya Hukuman Pezina di Akhirat

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Allah ancam pelaku zina dengan hukuman-hukuman berat di dunia, alam barzakh, dan di akhirat.

Hukuman bagi pezina di dunia, apabila terbukti perbuatan zinanya untuk ditegakkan hudud. Yaitu hukuman cambuk seratus kali bagi pezina gadis atau bujang dan diasingkan dari negerinya selama satu tahun. Adapun pezina muhshon (pernah memiliki pasangan sah nikah baik masih ada atau sudah tidak ada) maka dia dirajam dengan batu sampai mati. Ini berlaku bagi laki-laki dan perempuan sebagaimana firman Allah Subahanahu wa Ta'ala,

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka cambuklah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali cambukan. Dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Nuur: 2)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

اَلْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جِلْدُ مِائَة وَتَغْرِيْبُ عَامٍ، وَعلَى الثَّيِّبِ الرَّجْمُ

“Bujang dan gadis (berzina) dicambuk seratus kali dan diasingkan selama setahun; sedangkan bagi yang pernah menikah (hukumannya) rajam.” (HR. Muslim, Abu Dawud, al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Wahai Manusia, Anda Harus Tahu : Dahsyatnya Hukuman Pezina di Akhirat

Siksa Pezina di Alam Kubur

Sedangkan siksa pelaku zina di alam kubur tak kalah ngeri. Mereka disiksa dalam kondisi telanjang sesuai kondisi mereka saat mengerjakan maksiat ini. Mereka dipanggang di atas bangunan semacam tungku yang bawahnya luas sementara atasnya sempit. Saat api menyalak ke atas, maka mereka terangkat sambil berteriak dan menjerit sekeras-kerasnya. Namun saat itu api mengecil dan mereka kembali di atas tungku. Siksa itu berulang sampai kiamat tiba. Mereka tak bisa keluar darinya. Sebuah kesengsaraan akibat kenikmatan haram sesaat. 

Keterangan siksa di atas tercantum dalam hadits yang sangat panjang di Shahih al-Bukhari. Berasal dari Samurah bin Jundab Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: “Pada suatu pagi Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bercerita kepada kami:

إِنَّهُ أَتَانِي اللَّيْلَةَ آتِيَانِ وَإِنَّهُمَا ابْتَعَثَانِي وَإِنَّهُمَا قَالَا لِي انْطَلِقْ وَإِنِّي انْطَلَقْتُ مَعَهُمَا. . . فَانْطَلَقْنَا فَأَتَيْنَا عَلَى مِثْلِ التَّنُّورِ قَالَ فَأَحْسِبُ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ فَإِذَا فِيهِ لَغَطٌ وَأَصْوَاتٌ قَالَ فَاطَّلَعْنَا فِيهِ فَإِذَا فِيهِ رِجَالٌ وَنِسَاءٌ عُرَاةٌ وَإِذَا هُمْ يَأْتِيهِمْ لَهَبٌ مِنْ أَسْفَلَ مِنْهُمْ فَإِذَا أَتَاهُمْ ذَلِكَ اللَّهَبُ ضَوْضَوْا

“Tadi malam aku didatangi dua orang. Keduanya berkata kepadaku: berjalanlah. Kemudian aku pergi berjalan bersama keduanya. . . lalu kami mendatangi bangunan menyerupai tungku api. Tiba-tiba terdengar suara gaduh dan teriakan di dalamnya. Lalu kami melongok ke dalamnya. Ternyata di dalamnya terdapat beberapa laki-laki dan perempuan telanjang. Kobaran api dari bawah mereka menyalak ke mereka. Saat kobaran api itu mengenai mereka, maka mereka menjerit kesakitan."

Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya kepada kedua orang yang pergi bersamanya tadi, “Siapa mereka itu?” kemudian dijawab -di ujung hadits-,

وَأَمَّا الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ العُرَاةُ الَّذِينَ فِي مِثْلِ بِنَاءِ التَّنُّورِ، فَإِنَّهُمُ الزُّنَاةُ وَالزَّوَانِي

“Adapun laki-laki dan perempuan telanjang yang berada di bangunan seperti tungku api adalah para laki-laki dan perempuan pezina.” (HR. Al-Bukhari)

Siksa Pezina di Akhirat

Hukuman siksa bagi pezina di alam kubur tersebut berlangsung hingga tiba kiamat. Sedangkan siksa berikutnya jauh lebih buruk dan mengerikan.

Allah sebutkan tentang tempat di jahannam bagi pelaku zina dalam firman-Nya,

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.” (QS. Al-Furqan: 68-69)

Sejumlah mufassirin menyebutkan makna atsam. Salah satunya adalah lembah di jahannam. Ikrimah mengatakan, “Mendapatkan atsam: lembah-lembah di jahannam di mana para pezina disiksa di dalamnya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir dalam tafsir ayat di atas).

Imam al-Dzahabi dalam Al-Kabair menjelaskan siksaan hina bagi pelaku zina di akhirat dengan mengutip QS. Al-Hijr: 44:

لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ

“Jahanam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.”

Atha’ berkata, “pintu yang paling hebat panas dan sengatannya dan yang paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang berzina setelah mereka tahu akan keharamannya.”

Makhul al-Dimasyqi berkata, “para penghuni neraka mencium bau busuk dan berkata, ‘kami belum pernah mencium bau yang lebih busuk dari bau ini’ dijelaskan kepada mereka, ‘itulah bau kemaluan para pezina’.”

Ibnu Zaid, salah seorang imam dalam bidang tafsir berkata, “sesungguhnya bau kemaluan para pezina itu benar-benar menyiksa para penghuni neraka.”

Imam al-Dzahabi juga menghadirkan keterangan di kitabnya itu, bahwa dari kemaluan para pezina akan keluar nanah dan darah yang busuk dan itu dijadikan minuman bagi pecandu minuman keras sebagai siksaan bagi mereka.

Demikianlah siksaan yang mengerikan lagi menghinakan bagi pelaku zina karena merengguh kenikmatan haram yang hanya berlangsung beberapa menit saja. Adakah orang berakal yang masih mau merasakan kenikmatan sesaat untuk kesengsaraan yang panjang? Wallahu A’lam. 

Sumber : voa-islam.com

No comments:

Post a Comment