Tempe Makanan Rakyat Penangkal Kanker, Anti Inflamasi, Anti Infeksi, Anti Kolesterol dll – Bahan pangan asli Indonesia ini, di perkirakan telah populer sejak perkembangan kerajaan Hindu dan Budha. Tempe ini merupakan hasil fermentasi dari kedelai dan jamur Rhizopus Oligosporus. Tempe ini mudah di dapat, rasanya lezat dan harganya tergolong murah. Dari sepotong tempe terdapat , kandungan gizi yang bermacam ragam seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim serta komponen – komponen anti-bakteri lainnya yang bermanfaat bagi kesehatan. Ternyata makanan ini mendapatkan perhatian dari Amerika Serikat karena kandungan nutrisinya yang sangat lengkap bagi kesehatan.

Tempememiliki kandungan protein yang lebih mudah di cerna di bandingkan dengan kacang kedelai, oleh karena itu makanan olahan dari tempe dapat dikonsumsi oleh semua umur, mulai dari bayi diatas 6 bulan hingga orang tua lanjut usia. 

Nilai gizi pada tempe sangat tergantung dengan bagaimana cara pengolahannya. Tempe yang di buat sayur bening memiliki kandungan gizi yaitu protein sebesar 28 gram, lemak 6 gram, karbohidrat 19,1 gram. Pepes tempe kadar proteinnya 23 gram, lemak 5 gram, karbohidrat 15,9 gram.

Tempe merupakan sumber makanan bergizi yang sangat baik. Dalam 113 gram tempe dapat memberikan 41,3% kebutuhan protein harian, dengan kandungan kalori kurang dari 225 dan lemak jenuh 3,7 gram. Dengan mengkonsumsi tempe, kadar kolesterol akan turun, ini sangat berbeda dengan kandungan protein yang terdapat pada hewani, justru dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Tempe Makanan Rakyat Penangkal Kanker, Anti Inflamasi, Anti Infeksi, Anti Kolesterol dll

Dalam 113 gram tempe terdapat kandungan gizi lengkap, manfaat dari kandungan gizi tersebut adalah :

1. Riboflavin 23,5%. Riboflavin sangat di butuhkan tubuh untuk menghasilkan energi pada mitokondria, ini juga merupakan kofaktor dalam regenerasi enzim detoksifikasi paling penting dari hati, yaitu glutation.

2. Magnesium 21,9%. Magnesium berperan penting dalam sistem kardiovaskuler, juga dalam lebih dari 300 reaksi enzim, termasuk enzim yang mengendalikan sintesis protein dalam produksi energi.

3. Mangan 72,5% dan copper  30,5%. Kedua mineral ini sangat berperan dalam faktor psikologis termasuk menjadi kofaktor untuk enzim SOD (su-peroxide-dismutase), yang bertindak sebagai anti-oksidan dan anti-inflamasi dalam tubuh. Enzim ini bekerja memperbaiki sel-sel dan menanggulangi kerusakan sel akibat radikal bebas.

4. Senyawa Isoflavon berkisar antara 2-4 mg/g kedelai. Senyawa isoflavon ini berupa senyawa kompleks atau konjugasi  dengan senyawa gula melalui ikatan glukosida. Senyawa ini sangat berfungsi untuk menunjang kesehatan tubuh. Tidak heran jika ada yang menyebut tempe sebagai the golden bean, food for the future.

5. Senyawa flavanoid. Senyawa flavanoid merupakan senyawa yang berfungsi sebagai anti -tumor dan anti-kanker. Hal ini karena sifat senyawa flavanoid terbukti menghambat aktivitas senyawa promotor terbentuknya tumor. Dari sejumah senyawa flavanoid dan isoflavanoido tersebut, yang banyak di sebut – sebut sebagai anti tumor dan anti kanker adalah isoflavon aglikon (bebas). Potensi tersebut dapat menghambat  perkembangan sel kanker payudara, dan sel kanker hati.

MANFAAT LAIN DARI TEMPE ADALAH 

1. Anti Inflamasi.

Berbagai senyawa flavanoid telah banyak diteliti, bahkan beberapa senyawa telah diproduksi sebagai obat anti-inflamasi. Mekanisme inflamasi terjadi melalui efek penghambatan pada jalur metabolisme asam arakhidonat, pembentukan prostaglandin, pelepasan histamin, atau aktivitas radikal scavenging molekul.

2. Anti Infeksi

Penelitian lain menunjukan bahwa tempe mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi oleh karang tempe yang merupakan antibiotika yang bermanfaat meminimalkan infeksi.

3. Mencegah Anemia dan Osteoporosis.

Tempe dipercaya dapat mencegah terjadinya anemia dan osteoporosis, dua penyakit yang sering diderita oleh perempuan ini. Tempe dapat berperan sebagai pemasok mineral, vitamin B12 dan zat besi  yang sangat dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah

4. Anti kolesterol

Orang – orang yang menderita kolesterol tinggi sangat di anjurkan untuk mengkonsumsi tempe. Selain tempe rendah kolesterol dan tinggi protein, tempe mengandung zat yang dapat menurukan kadar kolesterol yaitu niasin dan sitosterol. 

Protein dalam tempe juga sangat bermanfaat bagi jantung. Beberapa penelitian menunjukan bahwa protein kedelai dapat menurunkan kadar kolesterol total sebanyak 30% dan menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat.  Salah satu penelitan menunjukan bahwa dengan mengkonsumsi tempe sebanyak 150 gram setiap hari selama dua minggu dapat menurunkan kolesterol total.

5. Mencegah Penuaan dan Kanker Payudara.

Anti oksidan yang terdapat di dalam tempe seperti vitamin C, vitamin E dan karotenoid, isoflavon sangat di butuhkan untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas. Sifat anti oksidanya paling kuat dibandingkan dengan isoflavon yang terdapat pada kedelai. 

Anti oksidan tersebut disintesis pada saat proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri micrococcus leteus dan coreyne bacterium. Penelitian yang dilakukan di Universitas North Caroline, Amerika Serikat menemukan bahwa genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat, kanker payudara dan penuaan.

6. Meningkatkan Kesehatan Tulang

Dengan mengkonsumsi isoflavon telah terbukti dapat mengurangi kehilangan masa tulang dan memperlambat kehilangan kalsium dalam studi osteoporosis pada hewan.  Karena kedelai kaya akan kandungan kalsium.

7. Meringankan Gejala Menopause

Pada wanita yang mengalami menopause di mana produksi estrogen menurun,fitoestrogen dapat menghasilkan aktivitas estrogenik untuk meringankan gejala-gejala  seperti kegerahan yang berlebihan. 

Demikianlah manfaat mengkonsumsi tempe, yang begitu besar bagi kesehatan tubuh.  Tidak hanya mangandung protein tinggi, tetapi kandungannya dapat menangkal berbagai penyakit berat lainnya. Semoga bermanfaat.

Sumber : RP

0 komentar

Post a Comment