Sirih Merah Telah Lama Dimanfaatkan Sebagai Obat Tradisional Oleh Lingkungan Keraton Yogyakarta – Tanaman sirih merah ( piper crocatum ) termasuk kedalam famili piperaceae, tumbuh merambat dengan bentuk daun menyerupai hati dan bertangkai, yang tumbuh berselang seling dari batangnya yang mernyerupai akar. Daunnya berwarna merah keperakan dan agak mengkilap. Didalam daun srirh terdapat kandungan  senyawa fitokimia yaitu alkaloid, saponin, tanin dan flvanoid.

Tanaman sirih merah ini tidak sulit berkembang, asalkan tidak terkena panas matahari dan air secara berlebihan. Sedangkan untuk penggunaan tanahnya, yaitu campuran antara tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 1 : 1. Tanaman ini disiram cukup sekali sehari, dan untuk menghindari panas matahari dan air hujan yang berlebihan, tanaman ini dapat dipindahkan ke tempat teduh.

Selama ini banyak yang tidak tahu akan kegunaan daun sirih merah ini sebagai pengobatan tradisional karena tanaman ini biasanya di jadikan sebagai tanaman hias yang di tanam di pot atau pekarangan rumah.  Ternyata dari tanaman ini terkandung senyawa flavanoid dan polevenolad yang bersifat antioksidan, antidiabetik, antikanker, antiseptik dan anti-inflamasi. Sedangkan senyawa alkaloidnya mempunyai sifat antineoplastik yang ampuh dalam menghambat pertumbuhan sel – sel kanker.

Sirih Merah Telah Lama Dimanfaatkan Sebagai Obat Tradisional Oleh Lingkungan Keraton Yogyakarta


Sebenarnya daun sirih merah ini telah lama dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk menyembuhkan berbagai penyakit seperti diabetes melitus, hepatitis, batu ginjal, menurunkan kolesterol, mencegah stroke, asam urat, hipertensi, radang liver, radang prostat, radang mata, keputihan, maag, kelelahan, nyeri sendi, kanker dan memperhalus kulit.

Sebagai pengobatan, biasanya daun sirih merah dikonsumsi dalam bentuk teh, serbuk dan ekstrak kapsul. Pembuatan sirih merah dalam bentuk serbuk yaitu dengan mengeringkannya terlebih dahulu setelah itu dimasukan kedalam kapsul.

KANDUNGAN SIRIH MERAH

Kandungan kimia yang terdapat di dalam sirih merah adalah minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol, allylprokatekol, karvakrol bersifat desinfektan, anti jamur, sehingga dapat digunakan sebagia obat anti septik pada bau mulut dan keputihan, eugenol dapat digunakan sebagai obat yang dapat mengurangi rasa sakit, p- cymene, cineole, caryofelen, kadimen estragol, terpenena dan fenil propada. Sedangkan tannin dapat digunakan untuk mengobati sakit perut.

Sirih merah yang telah diolah menjadi teh herbal dapat digunakan untuk mengobati asam urat, kencing manis, maag, kelelahan. Hal ini telah dilakukan oleh klinik herbal center yang ada di Yogyakarta, dimana telah terbukti bahwa pasien yang menderita diabetes sembuh setelah mengkonsumsi teh herbal.

Lingkungan Keraton Yogyakarta  telah lama memanfaatkan tanaman sirih merah ini sebagai pengobatan dengan memeliharanya sebagai tanaman hias untuk sewaktu – waktu dapat di ambil sebagai obat herbal.

Cara penggunaan sirih merah yaitu dengan merebus sebanyak 3 – 4 potongan rajangan dengan satu gelas air hingga mendidih. Setelah mendidih, saring dan dinginkan. Siap untuk diminum untuk mengobati berbagai penyakit.

Untuk Anda yang tertarik untuk membudidayakannya, dapat dengan cara mencangkok cabang yang cukup tua kira – kira 15 cm dari batang pokok kemudian dibalut dengan sabuk kelapa, pencangkokan tidak perlu mengelupaskan kulitnya seperti pada batang pohon. Usahakan cangkokkan selalu basah agar akarnya cepat tumbuh, setelah tumbuh baru dapat dipindahkan dipot atau plybag.

Demikian manfaat daun sirih merah sebagai pengobatan tradisional yang telah lama digunakan di lingkungan Keraton Yogyakarta. Selamat mencoba merasakan khasiat dari daun sirih merah.
Sumber : SM

0 komentar

Post a Comment